TANAMAN OBAT DI DATARAN TINGGI


pegunungan identik dengan datarang yang tinggi .. berikut beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk   pengobatan

tanaman di Ciampea

Jenis tanaman unggulan yang terpilih ada 15 jenis, yaitu: SAMBILOTO (Andrographis paniculata nees), MENIRAN (Phyllanthus urinaria linn.), TAKOKAK (Solanum torvum swartz.), PEGAGAN (Centella asiatica  (L.) urban), TEMU LAWAK (Curcuma xanthorriza roxb), JAHE (Zingiber officinale Rosc.), JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia), SIRSAK (Annona muricata), SIRIH (Piper betle L.), BROTOWALI (Tinospora crispa Miers.), MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpus (Scheff) Boerl), KENIKIR (Cosmos caudatus), ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.), BINAHONG (Anredera cordifolia), dan SANGITAN (Sambucus javanica Reinw). Tanaman-tanaman tersebut merupakan tanaman yang terdapat di kampung Gunung Leutik dan banyak dimanfaatkan atau potensial digunakan sebagai bahan obat bagi masyarakat Gunung Leutik dan sekitarnya.
 
di Pangrango


 tanaman obat – Tobat Barito.
Tanaman ini tergolong epifit (bener ga ya nulisnya,heu), yaitu menumpang pada tanaman lain. Jumlahnya pada pohon yang saya temukan saat itu tergolong sedikit. hat. Tanaman ini berada di pertengahan atau atas pohon. Jadi cukup susah untuk mengambilnya. Khasiat tanaman ini adalah untuk mengatasi keputihan, sari rapet dan untuk stamina. Cara menggunakannya adalah dengan merebus tanaman ini, lalu diminum sarinya.
Lanjut ke tanaman kedua, yaitu Paku Rane.
Tanaman ini bentuknya kecil. Tanaman ini biasanya terdapat pada tepi-tepi jalan. Manfaat tanaman ini dari segi kesehatan yaitu dapat mengatasi mahg, dan mengobati jerawat (misal noda-noda hitam). Untuk mengobati jerawat, caranya tumbuk tanaman ini, lalu oleskan pada jerawat atau noda hitam. Hanya saja hasilnya tidak dapat langsung mujarab, pemakaiannya harus rutin.
Tanaman ini beda lagi. Namanya adalah Cangkore. Tanaman ini biasanya digunakan untuk menyegarkan mata, seperti Insto. Hanya saja pemakaiannya tidak boleh berlebihan. Cara untuk menggunakan tanaman ini pada mata adalah dengan memotong batangnya secara miring. Lalu, teteskan sari yang keluar dari batang tersebut kepada mata. Kenapa memotong batangnya harus miring? karena kalau cara pemotongannya lurus maka banyak sari yang terbuang. Sari akan mudah keluar. Kalau pemotongannya miring, maka sari akan cukup tertahan pada batang.
Nah, untuk tanaman ini sudah taukan? Yup Rotan. Kalau gambar rotan ini, saya ambil dari sebuah situs. Maklum, saya lupa untuk mengambil gambar ketika di sana. Terus terang, ide menulis ini baru saya pikirkan setelah kami berada di dekat mess, jauh dari tempat saya melihat tanaman ini. Ok balik lagi ke rotan, selain berfungsi sebagai furniture rumah tangga, rotan ini ternyata mempunyai khasiat lain. Untuk orang-orang yang mempunyai radang tenggorokan, mereka bisa menggunakan rotan sebagai alternatif pengobatan. Caranya kupas  kulit rotan bagian luar, lalu ambil inti rotannya. Inti rotan itulah yang dapat digunakan sebagai obat radang tenggorokan.



di Gunung Raya


Beberapa tumbuhan berkhasiat sebagai tanaman obat yang terdata di SM Gunung Raya menurut penamaan dari warga setempat antara lain :
1. Ilalang (Imperata cylindrica) : menurut warga setempat ilalang dapat diambil rimpangnya untuk direbus dan diminumkan sebagai obat kencing batu atau ginjal, tekanan darah tinggi, dan asma.
2. Pi Ahong( Basella rubra linn) : sebagai peredam rasa luka dan menghentikan pendarahan karena luka tergores atau tergigit pacet. Dengan cara meremas daunnya hingga lumat lalu dioleskan pada luka dan dibalutkan, tipe tanaman merambat dengan daun bulat kecil.
3. Pakis Hutan : banyak tumbuh ditepi sungai, pucuk mudanya bisa dikonsumsi untuk sayuran, menurut penduduk setempat dapat dimanfaatkan sebagai obat sariawan.
4. Rimau / Suren (Tonna sureni ) sebagai tanaman khas di SM. Gunung Raya, oleh penduduk setempat pohon ini dikenal dengan nama Pohon Rimau, beberapa bagian pohon terutama kulit dan akar sering digunakan untuk ramuan obat, yaitu diare. Kulit dan buahnya dapat digunakan untuk minyak atsiri.
5. Gendis (Plumbago zeylanica L) : sebagai tanaman perdu yang banyak dijumpai di SM. Gunung Raya tumbuh pada areal yang terbuka karena perambahan. Tumbuhan ini berkhasiat untuk penyakit kencing manis dengan cara merebusnya.
6. Daun Kaki Kuda : tanaman ini banyak tumbuh didaerah lembah yang tertutup tegakan rapat pada tepi aliran sungai, sering dimanfaatkan untuk penambah / pelengkap ramuan obat sakit maag / sakit perut dengan mencampur bahan alami lainnya dengan cara direbus lalu diminum.



Gunung Nglanggeran


Tanaman obat termas sudah ditemukan oleh nenek moyang masyarakat sekitar Gunung Nglanggeran/Gunung Api Purba dilokasi lereng Gunung Nglanggeran tepatnya disebelah timur Sumber Kalisong kira-kira 100 meter dari Sumber kalisong. Tanaman ini hidup menempel di Lereng Gunung Nglanggeran. Menurut cerita dari masyarakat disekitar Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba, sudah diyakini kira-kira pada tahun 1898 masyarakat yang sakit akan sembuh dengan meminum getah dari tanaman pohon termas ini. Namun tidak semua orang dapat mengambil dan memanfaatkan getah dari tanaman berbentuk menjalar ini. Hanya sang Juru Kunci yang dapat mengambil getah ini agar dapat digunakan sebagai obat untuk segala macam penyakit. Kemampuan Sang Juru Kunci diturunkan secara turun temurun dari nenek moyang terdahulu. Namun dengan seiring berjalannya waktu Sang Juru Kunci membudidiyakan tanaman termas ini didekat rumahnya agar dapat memenuhi permintaan konsumen, sekaligus mempermudah dalam pengambilan getahnya.
Tanaman Obat Termas di Gunung Api Purba
Beberapa macam penyakit yang dapat disembuhkan oleh khasiat dari getah ini diantaranya adalah : Lever, Stroke, Ambien, Batu Ginjal, Paru-paru, Lumpuh, dll. Hingga saat inipun masih banyak dari berbagai pasien yang berdatangan dari berbagai daerah karena telah merasakan khasiat dari getah pohon termas ini dapat menyembuhkan penyakit yang diderita.
Terdapat lokasi ritual dipangkal pohon ini, berupa semacam sesaji dan abon-abon kalo orang menyebutnya terdiri dari minyak wangi, beberapa batang rokok khusus, bunga, dan berbagai macam pirantinya. Sang juru kunci biasanya mendapatkan uang terimakasih untuk salah satu syarat abon-abon juga. Namun tidak mematok harga karena itu merupakan hal yang tidak boleh dilakukan. Sering dari pengunjung hanya membawa botol bekas minum seperti aqua untuk nantinya membawa air termas ini.
Hingga saat ini belum pernah dilakukan uji di laboratorium untuk mengetahui kandungan dari getahnya. Tanaman termas ini tidak boleh sembarangan orang menbudidayakan dan mengkomersilkan khasiatnya. Menurut kepercayaan masyarakat setempat dan juru kunci tanaman ini tidak boleh sampai keluar dari Desa Nglanggeran, yaitu desa yang asal katanya Planggaran (melanggar) dan siapapun yang melanggar akan ketahuan dan mendapatkan sanksi/hukuman baik secara langsung maupun tidak langsung. Pernah terjadi suatu kejadian yang tidak diinginkan ketika ada seseorang yang mengkomersilkan getah tanaman obat ini dikemas dalam sebuah gelas plastik kemudian diberikan label harga. Selang beberapa waktu orang tersebut terkena musibah, sakit yang aneh dan sudah dibawa kedokter namun tidak kunjung sembuh dan akhirnya meninggal dunia.
Bagi yang berminat untuk mendapatkan obat dari berbagai jenis penyakit diatas dapat menghubungi Sang Juru Kunci yaitu Bpk. Rejo Keman dengan lokasi Blimbing, Nglanggeran Kulon, Patuk, Gunungkidul. Atau bisa dengan melalui penulis (Sugeng Handoko) yang merupakan cucunya juga lewat no HP : 081802606050 atau email/YM :handoko88_jogja@yahoo.co.id



0 komentar:

Posting Komentar